Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!

Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!! - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel viral, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!
link : Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!

Baca juga


Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!


SEBARKAN ARTIKEL
"Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!" Ini ke -->

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR



Baca Juga Artikel Top Ini:


    Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH?!! -Seperti yang kita tau bahwa sebelumnya pada tanggal 2 desember lalu telah diadakan aksi yang diklaim super damai ummat islam kabarnya dihadiri hingga 7juta orang ummat islam. Berbagai media cetak, elektronik dan TV tentunya meliput peristiwa sejarah ini. Massa dari aksi tersebut hanya menuntut 1 hal, yaitu tangkap dan penjarakan Ahok karena dianggap sudah menistakan agama islam. Namun ada kejadian kurang mengenakkan yang terjadi sama persis dengan saat aksi damai 11 november 2016 dilakukan.

    Seperti dilansir dari MERDEKA, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyesalkan pengusiran yang dilakukan sekelompok massa terhadap jurnalis dari dua media televisi swasta dalam peliputan kegiatan doa bersama, Jumat (2/12). Dalam video yang beredar, massa aksi menyoraki wartawan MetroTV yang sedang melakukan peliputan. Mereka mengacungkan jempol ke bawah dan berteriak-teriak. Sebelumnya, dalam aksi 4 November lalu, wartawan Kompas TV pun mengalami intimidasi.

    "AJI menyesalkan perbuatan kelompok masyarakat tersebut karena telah melakukan intimidasi dan menyerang hingga tidak terlaksananya liputan jurnalis," ujar Ketua AJI Suwarjono dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu. Sebelumnya jurnalis dari dua media televisi swasta dihalang-halangi dan diusir kelompok massa, saat melakukan peliputan doa bersama di Jakarta. Suwarjono mengatakan pihaknya mengecam keras intimidasi atau penghalang-halangan kerja jurnalistik yang diterima reporter dan kameramen dari dua media televisi swasta.



    "Pengusiran adalah pelanggaran serius terhadap UU Pers dengan ancaman hukuman pidana dan atau denda, bahkan juga berusaha merusak alat kerja, ini pelanggaran serius terhadap kerja jurnalistik dan perbuatan pelanggaran hukum, layak untuk dipidanakan dan proses hukum," tegas dia. Suwarjono menegaskan penghalangan terhadap kerja jurnalis mengancam hak masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi yang terkait dengan kepentingan publik.

    Dia menyampaikan semestinya masyarakat yang keberatan atau tidak setuju atas pemberitaan yang dilakukan sebuah media, atau sering disebut sengketa media, bisa menempuh jalur sesuai prosedur penyelesaian sengketa pers.
    "Mereka bisa langsung protes ke media yang bersangkutan dengan menggunakan hak jawab, hak koreksi dan menyampaikan pendapatnya. Apabila tidak puas dan ada dugaan pelanggaran etik, bisa melaporkan ke Dewan Pers," jelasnya.

    Menurut Suwarjono, saat ini diperlukan literasi media yakni mendidik masyarakat agar melek media. Sehingga masyarakat pun tahu bagaimana memilih dan memilah pemberitaan untuk dikonsumsi, termasuk tahu bagaimana cara untuk melayangkan keberatannya ke media apabila ada perselisihan. Sebaliknya, kata dia, media juga dituntut untuk profesional, menjaga kode etik, tidak berat sebelah, menjaga keberimbangan dan tidak partisan.

    "Termasuk di dalamnya media harus profesional, tidak boleh menjadi corong bagi partai, pemilik maupun penguasa/pemerintah. Jurnalis dan medianya harus menjaga profesionalisme," jelas dia. Lebih jauh terkait peristiwa penghalang-halangan dan pengusiran Jurnalis televisi swasta dalam aksi doa bersama Jumat, AJI menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis itu."Penegakan hukum secara tegas harus dilakukanuntuk menghindari kasus serupa terulang, menghindari masyarakat main hakim sendiri dan menghindari pembiaran masyarakat yang melanggar hukum," tegas dia.

    Dilansir dari ERAMUSLIM, Pemandangan berbeda terjadi di tengah-tengah Aksi Bela Islam III Aksi Super Damai 212 di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat, Jumat (2/12/2016). Diawali dengan salah seorang reporter Metro TV menyampaikan berita melalui stasiun TVnya dengan menyebutkan bahwa peserta aksi damai bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang. berikut ini videonya



    Pernyataan reporter tersebut menimbulkan kemarahan aksi massa. “Pergi, pergi, metro tipu, penipuuu,” teriak salah seorang aksi massa disaksikan Islamic News Agency (INA). metrookSalah seorang, peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh reporter Metro TV.

    “Saya tidak terima mas, mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,” terang Asep dengan nada tegas. Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai aksi ini. “Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya!” tegas Asep, seperti dilansir Kiblat.net.

    Pantauan Eramuslim di lapangan dan dengan Google Earth, jumlah peserta aksi damai 212 melampaui jumlah peserta 411 yang 2.3 juta orang. Aksi 212 diikuti setidaknya hingga 4.000.000 orang! (ts). Kalau menurut pendapat admin pribadi mungkin sedikit tidak pantas hal ini dilakukan, karena hal ini malah menodai aksi super damai yang dilakukan. Islam adalah agama cinta damai dan tentunya menjunjung tinggi akhlak terpuji. Begitu juga untuk Media yang bersangkutan, diharapkan kedepannya dalam menyampaikan berita kepada masyarakat lebih jujur dan arif lagi, jangan sampai mememilintir berita hingga hal seperti ini tidak akan terjadi lagi kedepannya.
    Sumber : http://www.alamak.id/2016/12/astaga-inilah-video-wartawan-metro-tv.html


    Demikianlah Artikel Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!!

    Sekianlah artikel Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Astaga, Inilah Video Wartawan Metro TV Diusir dengan Kasar oleh Massa Aksi Damai 212, PANTASKAH??!! dengan alamat link https://berita-terkini22.blogspot.com/2014/01/astaga-inilah-video-wartawan-metro-tv.html